Rabu, April 20, 2011

"aku ada" (dari rectoverso-nya Dee)

pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. aku memandangimu tanpa perlu menatap. aku mendengarmu tanpa peerlu alat. aku menemuimu tanpa perlu hadir. aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

.........

seberaneka warna langit senja, muncul aneka ekspresi pada mukamu. matamu berkaca-kaca, bibirmu tersenyum, lalu kau mulai menangis sambil tertawa. aku tahu apa yang kau sadari, aku tahu apa yang kau syukuri, dan kini aku tahu cara berbicara denganmu.

pesan ini akhirnya tiba. saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memelukmu erat. akulah langit beragam warna yang mengasihimu lewat beragam cara. engkau hanya perlu merasa dan biarkan alam berbicara.

airmatamu bercampur dengan jejak air laut. tawa cerahmu bercampur dengan sengguk tangis. namun matamu tak lagi bertanya-tanya. hari ini engkau akan pulang untuk makan malam, bercinta dengan yang kau cinta ditemani cahaya dan wangi lilin aromaterapi. engkau tersenyum bersama segenap jiwamu, karena hari ini kita sama-sama mengetahui satu rahasia: cinta adalah aku, cinta adalah engkau, cinta adalah dia, dan cinta tak pernah mati. sekalipun jasadku sudah.

.........

kali ini kau tidak mengucapkannya seperti perpisahan, bukan juga perjumpaan, melainkan sebuah kesadaran. rahasia kecil kita berdua: aku tahu engkau tahu aku ada.

catatan sii boii

aku selalu menganggap bahwa hidup itu sebuah permainan...
saat aku telah berhasil melewati level 1...maka aku akan memasuki level 2...tingkat kesulitan yang bertambah..kerumitan yang berubah...setelah berhasil melalui level 2...maka aku menginjak level 3..begitu seterusnya...
dan saat aku tak mampu melewati level yang aku mainkan...maka itu artinya aku "game over"...

aku kadang menganggap bahwa hidup itu sebagai mobil.....
saat aku injak pedal gas..itu saat aku siap memulai perjalanan...aku lalui jalanan bergelombang...berbatu..berkerikil..menurun..belokan..tikungan..jalan berlubang...dan aku faham kapan saat aku harus menginjak pedal rem...dan aku tau kemana aku harus belok...kiri atau kanan...karena sesekali penunjuk jalan,rambu2 dan lampu merah memperingatkan...dan aku juga mengerti kapan aku harus mengisi bahan bakar...dan sangat fasih kapan aku harus berhenti...

aku kadang menganggap hidup itu seperti "bianglala"...
berputar perlahan...kadang kita diatas...ditengah...dibawah....tapi tetap pada porosnya...

aku kadang menganggap hidup itu seperti jetcoaster....
berbelok curam, tajam...memutar...turun menukik...naik...terbalik...tapi tetap pada relnya...

aku kadang menganggap hidup itu seperti berada didalam labirin...
mencari jalan keluar..berputar2 kebingungan...selalu menemukan jalan buntu saat aku berada didalamnya..tetapi saat aku melihatnya dari sisi yang lain..dari luar..dari atasnya...akan tergambar dan terlihat pintu keluarnya...

aku selalu menganggap hidup itu HIDUP...
dan saat aku tak berkutik menghadapi masalah...tak mampu berfikir..tak mampu bertahan...dan terpuruk dalam kubangan kesedihan dan kesakitan...maka aku MATI...

Selasa, April 19, 2011

cry'n...

kadang aku merasa lelah dengan hidupku, dipaksa melangkah tanpa tau arah yang mana yang harus aku tempuh...apalagi saat aku harus jatuh, sakit dan berat saat mencoba berdiri...tapi memang tak ada pilihan lain. terus terpuruk atau melanjutkan hidup...

"baling-baling baaammbbuuuu....."

jika aku boleh memilih aku ingin menjadi mesin saja seperti doraemon...mesin ajaib yang memiliki perasaan, bisa terluka dan bisa menangis...saat aku menemukan apa yang aku rasa tak menyenangkan, sudah pasti loncat waktu dengan "mesin waktu", saat aku ingin mengenang saat-saat lalu sudah pasti "laci masa lalu", dan saat aku  merindukan pelukkannya sudah tentu "pintu kemana saja"...banyak yang ingin aku lakukan saat menjadi Doraemon (termasuk mencicipi rasanya dorayaki).
Walau selalu dikira musang, tetap bangga sebagai kucing mesin masa depan...yakin, aku tak membutuhkan oranglain, tak membutuhkan bantuan orang lain...cukup "kantong ajaib" dan aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan...saat aku merasa gemuk, aku memiliki "senter pengubah ukuran"...indahnya menjadi doraemon...
paling tidak...aku ingin memiliki baling-baling bambu, agar aku bisa terus melihatnya dari atas awan. selalu meemiliki tempat "sendiri" untuk merenung...
bukan aku tak bersyukur dengan diriku yang sekarang, hanya saja aku ingin bisa melakukan apa saja untuknya, setidaknya agar aku selalu ada untuknya...melihat apa yang ia lakukan, menatapnya, menemaninya tanpa ia ketahui,,,aku ingin selalu ada dan berguna untuknya walau ia tak melisankannya...seperti doraemon...yang menjaga nobita.

Senin, April 18, 2011

bilur

bukan gelap yang aku takutkan...bukan dingin yang aku khawatirkan...tak juga aku takut terang...apalagi panas terik...aku selalu suka saat keringat menetes...aku suka saat airmata menggenang dikelopak...namun aku tak sekuat yang kalian bayangkan, pula tak selemah yang kalian kira...aku hanya berusaha menjadi AKU...berdiri pada tungkai, berjalan pada lintasan, dan berfikir dalam persimpangan...
aku berjalan saat aku lelah melangkah...aku berlari saat bayangan hitam mengikuti...aku diam saat orang berlarian. bukan ku menantang pada cobaan, hanya ingin merasakan...meyakinkan diri bahwa aku memang manusia...masih ada tawa diwajahku...masih ada tangis dan perih dihatiku...setidaknya itu meyakinkan aku bahwa aku bukan mesin...
dan harus kalian ketahui...aku manusia biasa yang memang lemah dan memiliki kelemahan...bukan ku meng-iba...hanya ingin dimengerti...saat keringatku telah mengering terkuras terik, saat airmata telah habis menetes...dan saat tawaku membias oleh malam...katakan padaku, bahwa aku tetap manusia...aku masih manusia...