hariku selalu dimulai pada pukul sembilan. bukan karena aku yang selalu bangun lewat jam lima, tapi pada jam inilah otakku mulai bekerja "hendak kemana kaki ini melangkah". namun hasilnya tetap saja aku stuck didalam rumah dihadapan laptop, bergumul dengan asap rokok dan wangi kopi. mengingat ingat apa yang telah terjadi pada diriku dihari kemarin dan menuliskannya hanya untuk dibaca ayu roslina. bisa jadi ia sudah muak dan bosan membaca tulisanku yang isinya keluhan, atau bahkan cerita-cerita gak penting. tapi selalu jadi bahan diskusi yang alot dan berujung "pertempuran" yang akhirnya..."ya sudahlah" tapi aku menikmatinya (entah bagi dia nikmat atau tidak).
ada bebberapa hal yang ingin aku diskusikan dengan dia, yang aku prediksikan mejadi bahan diskusi yang cukup "asik". pertama aku laporan dlu...ternyata hasil ultrasonografi menunjukkan organ dalamku baik-baik saja. semuanya masih normal, tak ada batu ginjal, tak ada kelainan usus buntu dan IUD masih pada tempatnya. kedua ada yang ingin aku tanyakan, bagaimana pendapatmu tentang pernyataan.."jika dia lelaki dewasa yang bertanggungjawab dan sudah menentukan pilihan terakhirnya padamu, seharusnya dia sudah mengambil sikap tegas.." yang tentu saja dilontarkan oleh LionKing padaku tadi malam. dan ketiga... aku mendapati sikap yang "aneh" dari ivonx... dua hari terakhir ini tak ada kalimat-kalimat pedas dan tajam yang biasanya ia utarakan padaku. dan tiba-tiba saja aku menemukan Sim card telkomsel didompetnya yang terselip menutupi fotoku. dia bilang entah itu punya siapa dan dengan entengnya dia patahkan begitu saja sambil bilang.."bisi pipaseaeun.." dan lalu iseng aku buka account FBnya yang selalu berhasil ternyata kini tidak bisa lagi...dilayar tertulis.."anda menggunakan kata sandi lama.." yang berarti dia telah mengubah password tanpa sepengetahuanku. biasanya hal sekecil apapun ia ceritakan padaku, tapi tidak kali ini. otakku berputar mengarah pada hal-hal negatif..bagaimana menurutmu Ayu Roslina....
menjadi tolak ukur...sejauh mana saya melangkah... sebanyak apa saya mengeluh dan sekuat apa saya bertahan...
Kamis, Oktober 13, 2011
Rabu, Oktober 12, 2011
boii ketakutan, lagi...
entah, dunia medis memang sudah canggih obat-obatan sudah banyak beredar dari yang paten 1jt skali telan hingga obat murah yang biasa kita sebut obat warung. tapi apapun namanya, apapun rasanya bagiku tetap saja obat. pahit, bau, dan sucks!
belum tau apa penyakit yang bersarang ditubuh ini, hanya mencoba berfikir dari apa yang aku rasakan. menyambung-nyambungkan dari ujung kaki hingga ujung kepala. dari seringnya kram perut hingga rambut yang rontoknya maha dahsyat. dari kecurigaan maag kronis yang sedang kambuh hingga kanker (karna pengaruh gossipan c godeg). semuanya kembali pada "sugesti". sugesti obat sudah tak mempan lagi. satu-satunya yang berpengaruh adalah sugesti kafein dan nikotin. dua zat kimia ini yang mampu meredam ketakutanku walau hanya sejenak. yang tentunya selalu aku pasok dari rokok dan kopi setiap harinya.
aku melupakan nasi putih dan lauknya, aku mengkhianati air mineral, aku semakin benci budaya "mengunyah" permen. berbungkus-bungkus rokok aku habiskan dalam sehari, bergelas-gelas kopi aku minum sepanjang hari tak ada yang berubah dari tubuhku. nyerinya masih tetap sama seperti kemarin saat aku sedikit menjauhi mereka. hanya sedikit ketenangan, aku merasa kafein dan nikotin ini membantuku untuk tetap tenang dan mendorong otakku tetap bekerja sinkron bersama jemari untuk menulis. yang sebenarnya, sejujurnya bukan sesuatu yang bagus apalagi menarik. hanya mencoba curhat, karna saat aku lisankan hal ini pada seseorang yang seharusnya aku sebut "kekasih" dia akan selalu menjawab "lebay" dengan datar tanpa menatap kebimbangan diwajahku.
aku bahkan merasa kesepian ditengah kerumunan banyak orang jika tanpa kafein dan nikotin. tapi aku selalu merasa asik ketika hanya bersama mereka. entah ini penyakit atau bisa dibilang aku tidak waras...tapi mereka selalu bisa membuatku nyaman, dengan kebisuannya asap, dengan keruhnya kopi. mereka seperti menatapku dengan iba, tanpa protes, tanpa kata "lebay"....dan aku merasakan "kepedulian" mereka padaku. ketimbang kata "lebay" yang selalu dikatakan kekasihku.
belum tau apa penyakit yang bersarang ditubuh ini, hanya mencoba berfikir dari apa yang aku rasakan. menyambung-nyambungkan dari ujung kaki hingga ujung kepala. dari seringnya kram perut hingga rambut yang rontoknya maha dahsyat. dari kecurigaan maag kronis yang sedang kambuh hingga kanker (karna pengaruh gossipan c godeg). semuanya kembali pada "sugesti". sugesti obat sudah tak mempan lagi. satu-satunya yang berpengaruh adalah sugesti kafein dan nikotin. dua zat kimia ini yang mampu meredam ketakutanku walau hanya sejenak. yang tentunya selalu aku pasok dari rokok dan kopi setiap harinya.
aku melupakan nasi putih dan lauknya, aku mengkhianati air mineral, aku semakin benci budaya "mengunyah" permen. berbungkus-bungkus rokok aku habiskan dalam sehari, bergelas-gelas kopi aku minum sepanjang hari tak ada yang berubah dari tubuhku. nyerinya masih tetap sama seperti kemarin saat aku sedikit menjauhi mereka. hanya sedikit ketenangan, aku merasa kafein dan nikotin ini membantuku untuk tetap tenang dan mendorong otakku tetap bekerja sinkron bersama jemari untuk menulis. yang sebenarnya, sejujurnya bukan sesuatu yang bagus apalagi menarik. hanya mencoba curhat, karna saat aku lisankan hal ini pada seseorang yang seharusnya aku sebut "kekasih" dia akan selalu menjawab "lebay" dengan datar tanpa menatap kebimbangan diwajahku.
aku bahkan merasa kesepian ditengah kerumunan banyak orang jika tanpa kafein dan nikotin. tapi aku selalu merasa asik ketika hanya bersama mereka. entah ini penyakit atau bisa dibilang aku tidak waras...tapi mereka selalu bisa membuatku nyaman, dengan kebisuannya asap, dengan keruhnya kopi. mereka seperti menatapku dengan iba, tanpa protes, tanpa kata "lebay"....dan aku merasakan "kepedulian" mereka padaku. ketimbang kata "lebay" yang selalu dikatakan kekasihku.
Selasa, Oktober 11, 2011
boii melemah, lagi...
gejala yang selama ini aku rasakan "biasa" ternyata memaksa untuk lebih diperhatikan. tepat tengah malam aku menyambangi instalasi gawat darurat malam itu. tanpa rasa sakit atau luka yang terlihat, tidak juga demam seperti tahun sebelumnya. hanya berniat check up, apa yang salah dengan tubuhku.
memang dua bulan terakhir kram perut kerap kurasakan. rasa nyeri hebat yang biasanya singgah selama beberapa menit lalu hilang dan kembali lagi kini lebih sering menyerang. rasanya sama seperti saat menahan lapar dan hanya diisi secangkir kopi hangat dan berbatang rokok menthol. tak pernah aku pikirkan secara serius, tapi kali ini sakitnya mulai kurang ajar.
tiba di IGD, cuap-cuap dengan perawat yang gak ganteng tapi ga begitu jelek juga dan akhirnya.."cek lab ya...ambil sample darah dan urine". aku terbelalak, tubuhku mungkin memang kuat menantang badai kehidupan dan tahan pada ombak sakit hati tapi tidak pada jarum suntik. rasanya ingin kabur, tapi harga diri dan gengsi lebih penting. tak berdaya mengikuti perintah si perawat, menyodorkan tangan kanan lalu dibebat dan....ccuusss...jarum itu menusuk menyedot darahku lalu berganti tabung dan memasukkan cairan obat (entah obat apa)...
empat puluh lima menit aku menunggu, setengah lelah dan ngantuk gara2 obat pastinya (aku tak pernah merasa mengantuk walau sudah lewat tengah malam). hasil lab sebenarnya sama sekali gak aku negrti, dokter menjelaskan..."hemoglobin kamu rendah, hematokritnya juga. di urine kamu ada darahnya positif 2. kecurigaan mengarah pada usus buntu kronis atau bisa jadi batu ginjal. baiknya kamu coba tes USG, biar lebih keliatan..." jdaaakk..duuuaarr!!...serasa ada petir diatas kepalaku. aku pulang tanpa menebus obat. tak pernah terpikir..."usus buntu kronis???...ko bisa??...batu ginjal???..perasaan aku masih minum air, bukan semen". memang belum terbukti, tapi cukup membuatku begidik...hah...
sudah lewat dua hari, tapi belum juga aku cek USG...belum cukup keberanian untuk menerima kenyataan. bukan penyakit yang parah (mungkin), tapi setidaknya...aku anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan dokter....aahh..entahlah...hingga tulisan ini dibuat pun aku masih belum cukup berani untuk menerima kenyataan.
tiba-tiba godeg cerita.."boii, dulu temen godeg sakit. disuruh USG tapi dia ga periksa-periksa sampe akhirnya meninggal karna ternyata kanker hati. sekarang atau nanti kamu tetep tau kenyataannya. apa hasilnya dari nunda??"...aahh siiaaall!!..
memang dua bulan terakhir kram perut kerap kurasakan. rasa nyeri hebat yang biasanya singgah selama beberapa menit lalu hilang dan kembali lagi kini lebih sering menyerang. rasanya sama seperti saat menahan lapar dan hanya diisi secangkir kopi hangat dan berbatang rokok menthol. tak pernah aku pikirkan secara serius, tapi kali ini sakitnya mulai kurang ajar.
tiba di IGD, cuap-cuap dengan perawat yang gak ganteng tapi ga begitu jelek juga dan akhirnya.."cek lab ya...ambil sample darah dan urine". aku terbelalak, tubuhku mungkin memang kuat menantang badai kehidupan dan tahan pada ombak sakit hati tapi tidak pada jarum suntik. rasanya ingin kabur, tapi harga diri dan gengsi lebih penting. tak berdaya mengikuti perintah si perawat, menyodorkan tangan kanan lalu dibebat dan....ccuusss...jarum itu menusuk menyedot darahku lalu berganti tabung dan memasukkan cairan obat (entah obat apa)...
empat puluh lima menit aku menunggu, setengah lelah dan ngantuk gara2 obat pastinya (aku tak pernah merasa mengantuk walau sudah lewat tengah malam). hasil lab sebenarnya sama sekali gak aku negrti, dokter menjelaskan..."hemoglobin kamu rendah, hematokritnya juga. di urine kamu ada darahnya positif 2. kecurigaan mengarah pada usus buntu kronis atau bisa jadi batu ginjal. baiknya kamu coba tes USG, biar lebih keliatan..." jdaaakk..duuuaarr!!...serasa ada petir diatas kepalaku. aku pulang tanpa menebus obat. tak pernah terpikir..."usus buntu kronis???...ko bisa??...batu ginjal???..perasaan aku masih minum air, bukan semen". memang belum terbukti, tapi cukup membuatku begidik...hah...
sudah lewat dua hari, tapi belum juga aku cek USG...belum cukup keberanian untuk menerima kenyataan. bukan penyakit yang parah (mungkin), tapi setidaknya...aku anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan dokter....aahh..entahlah...hingga tulisan ini dibuat pun aku masih belum cukup berani untuk menerima kenyataan.
tiba-tiba godeg cerita.."boii, dulu temen godeg sakit. disuruh USG tapi dia ga periksa-periksa sampe akhirnya meninggal karna ternyata kanker hati. sekarang atau nanti kamu tetep tau kenyataannya. apa hasilnya dari nunda??"...aahh siiaaall!!..
Senin, Oktober 10, 2011
miris..
kembali aku buka postingan2 lamanya,,,kata-katanya sama persis dengan apa yang ia kirimkan padaku baru-baru ini. aku sadar aku orang baru yang memang tak sempat mengenalnya lebih jauh, tak pernah tahu seperti apa kisahnya. hanya saja terkadang merasa diri ini disama ratakan dengan wanita-wanita lain yang pernah ia dekati dulu. postingannya tertanggal setahun yang lalu...
kecewa,cemburu, marah..tapi pada apa?pada siapa?...adilkah bila aku merasa marah pada ia yang memiliki kisah di masa lalu? wajarkah bila aku cemburu pada wanita dalam kisah masa lalunya? fair kah bila aku marah pada dia yang masih menyimpan kisah lalu dalam kehidupannya? dan sejujurnya aku tak kan pernah bisa menghapus ingatan apapun yang sempat tertoreh dalam benaknya...
aku hanya ingin memiliki dia seutuhnya. dan mengapa aku merasa dikhianati saat ia mengingat kisah lalunya?mengapa aku merasa dia selingkuh karena dia menilai aku tak lebih baik dari wanita sebelumnya?...dan mengapa aku picik seperti ini??...dosakah???...
kecewa,cemburu, marah..tapi pada apa?pada siapa?...adilkah bila aku merasa marah pada ia yang memiliki kisah di masa lalu? wajarkah bila aku cemburu pada wanita dalam kisah masa lalunya? fair kah bila aku marah pada dia yang masih menyimpan kisah lalu dalam kehidupannya? dan sejujurnya aku tak kan pernah bisa menghapus ingatan apapun yang sempat tertoreh dalam benaknya...
aku hanya ingin memiliki dia seutuhnya. dan mengapa aku merasa dikhianati saat ia mengingat kisah lalunya?mengapa aku merasa dia selingkuh karena dia menilai aku tak lebih baik dari wanita sebelumnya?...dan mengapa aku picik seperti ini??...dosakah???...
Rabu, Oktober 05, 2011
cerpen lanjutan..
airmatanya tak lagi terbendung, akhirnya febi menangis bersandar dipundakku yang memang jauh dari empuk namun nampaknya sedikit membuat dia nyaman. aku mengelus rambutnya, menyeka air matanya dengan segenap cinta yang aku miliki untuknya yang tentu saja tak pernah aku lisankan. entah ia sadar atau tidak, jika saja aku memiliki keberanian. ingin aku lisankan saat ini, detik ini "berhentilah menangis untuk orang yang tidak memahamimu karena masih ada aku yang tak akan membiarkanmu terluka seperti yang telah ia lakukan padamu".
aku terhenyak, febi menatapku dengan pandangan heran. untuk beberapa saat kami beradu pandang. tiba-tiba febi berkata.."tanganmu lembut..andai lelakiku seperti kamu"....hatiku memaksa untuk berkata.."ayolah...katakan kalo kamu cinta aku.."..tapi tidak, aku tak akan pernah melakukan hal bodoh semacam itu...aku hanya diam tersenyum dan berkata..."inilah gunanya sahabat"..miris...
aku terhenyak, febi menatapku dengan pandangan heran. untuk beberapa saat kami beradu pandang. tiba-tiba febi berkata.."tanganmu lembut..andai lelakiku seperti kamu"....hatiku memaksa untuk berkata.."ayolah...katakan kalo kamu cinta aku.."..tapi tidak, aku tak akan pernah melakukan hal bodoh semacam itu...aku hanya diam tersenyum dan berkata..."inilah gunanya sahabat"..miris...
Langganan:
Postingan (Atom)