Minggu, April 10, 2011

boboii return

mengapa setelah segalanya berubah orang2 baru sadar bahwa mereka telah kehilangan??mengapa setelah segalanya terhapuskan orang2 baru sadar bahwa ada sesuatu yang hilang?mengapa setelah segalanya menghilang orang2 baru sadar bahwa ada sesuatu yang janggal?dan mengapa setelah semuanya terlambat mereka baru akan mengejar??
tapi mereka tak pernah sadar apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan...mereka tak pernah tau apa yang membuat itu terhapuskan...mereka tak pernah mengerti mengapa bisa menghilang...mereka tak pernah mau tau apa yang menyebabkan segalanya terlambat...mereka hanya akan mengerti dengan apa yang mereka inginkan...egonya masing2...dan saat seseorang mengorbankan egonya,mereka anggap "aneh"...bahkan merasa "menang"...adilkah?menari diatas luka oranglain?sadarkah mereka, saat mereka tertawa akan selalu ada orang yang menangis karenanya???...
aku...yang mencoba belajar melupakan diriku sendiri, aku yang mencoba mengesampingkan ego,kebiasaan dan keinginanku sendiri.demi mereka...untuk mereka yang sekarang tertawa lepas, puas, girang...aku yakin, aku sanggup menahan tangis seumur hidupku untuk mereka...aku yakin, aku sanggup menahan perih ini sendirian untuk mereka...aku yakin, aku bisa selalu mengorbankan perasaanku sendiri untuk mereka...walaupun tanpa imbalan...
mereka selalu memintaku untuk bisa mengorbankan perasaan, mengorbankan mimpi, melupakan cita-citaku, membuang jauh2 harapanku...namun saat aku mulai...mereka berkata aku berubah...lantas...apa yang harus aku lakukan??
perlukah aku berkata "hidup ini sucks"?perlukah aku mengumpat jalan hidupku sendiri??haruskah aku meratap, mengiba, memohon, bersujud pada mereka??aku rasa tidak..cukup aku semburatkan senyuman palsu...bahagia semu...tak apa..aku kuat..aku bisa hidup tanpa mimpi...karena aku yakin disetiap jalan yang aku tapaki selalu ada harapan2 baru untuk melanjutkan kehidupan ini. karena aku tau, aku hidup, aku berjuang bukan untuk diriku...tapi untuk dia...yang selalu tertawa ketika aku menangis. yang selalu mengecupku ketika aku tertidur, yang selalu membelai rambutku ketika aku kelelahan. yang selalu mengatakan "aku yakin kamu bisa"....

sii boii berbicara lagi

teruslah..teruslah kau lakukan itu...teruslah kau lukai aku..jangan lagi pedulikan perasaanku. aku sudah tak peduli lagi. teruslah kau buat aku menangis, aku tak akan meratap dan tak kan meminta ibamu.
jangan berhenti..karna luka yang kau toreh akan semakin membuatku kuat. akan membuat kakiku terus melangkah...tak usah kau khawatirkan aku...aku tak mengharap kasihanmu.
semakin banyak airmata yang aku teteskan, semakin tegar aku menghadapi kehidupan. semakin banyak luka yang kau torehkan, semakin cepat kakiku melangkah. semakin banyak darah yang aku tumpahkan, semakin ringan aku terbang. dan semakin kau mencemoohku, semakin lebar aku tersenyum. semakin kencang kau pukul aku semakin kencang aku tertawa....

sii boii mencatat

seperti cintanya sangkuriang kepada dayangsumbi yang berambisi dan penuh nafsu...hingga amarahnya menjadikan tangkubanperahu sebagai saksi bisu yang abadi...
seperti cintanya romeo kepada juliet yang ditutupi kebodohan...hingga ia rela mengakhiri hidupnya...cintanya perih, pahit..sepahit racun yang ia tenggak..
seperti cintanya Laila majnun yang mampu membuat para lelaki tergila-gila...membunuh jiwa para pecinta..yang tak pernah termiliki...
seperti cintanya cinta yang menjadikannya raja...dipuja..disembah..."atas nama cinta"...diagungkan...yang berpermaisurikan rindu...dan berprajuritkan egois, nafsu dan amarah...
saat sang raja lemah, maka prajurit yang mengambil alih kekuasaan melalui permaisuri...namun bila sang raja kuat, sakti mandraguna...prajurit tak diperlukan lagi...cukup sang raja dan permaisurinya yang bersanding di singgasana...

sii boii berbicara tentang rany

sekencang apapun kau berlari, tak mampu kau mengejar waktu...sekuat apapun kau melangkah mundur, takkan mampu kau memperbaiki masa silam...sekencang apapun kau menangis, takkan mampu membuat ia mendengarkanmu...sekuat apapun kau bertahan, takkan mampu kau berdiri sendirian...
kau...hanya sebatang pohon yang kering dan rapuh...yang hanya tinggal menunggu habis dimakan rayap atau tumbang diterpa angin atau busuk dimakan hujan.
kau...hanya seonggok sampah yang kotor...yang hanya tinggal menunggu dibakar lalu menjadi abu atau hilang tertimbun tanah atau hilang perlahan berceceran menjadi debu...
kau...sebongkah batu yang retak...yang hanya tinggal menunggu sirna diterjang badai menjadi pasir atau pecah ditendang anak kecil atau tertelan tanah dan melebur kembali menjadi tanah...
kau...hanya keledai bodoh...yang hanya tinggal menunggu ajal samnbil dipecut majikan atau disembelih menjadi makanan burung bangkai atau dibiarkan, dilupakan dan tak pernah berarti...
kau...hanya debu...yang tak pernah disadari keberadaannya, yang tak pernah disukai orang, yang akan hilang dengan angin, yang tak berguna...
kau...hanya kau...yang tak pernah berarti apa2 bagi orang lain...yang tak pernah dianggap ada...yang tak pernah dipedulikan...sekalipun kau menangis, menjerit, memohon, meronta...
kau...hanya kau...yang tak pernah ada...
kau...hanya kau...yang tak pernah dikisahkan...terkisahkan...bahkan tak berkisah...
kau...hanya kau...
kau...hanya Rany yang tidak pernah ada...
selamat dilupakan, selamat terlupakan, selamat disakiti dan selamat tersakiti...

Sabtu, April 09, 2011

terbaik untukmu_tangga

Aku sadar kalau kini
Kita sudah smakin menjauh
Sempat aku berpikir ini
Kau yg menginginkannya
Lepas dari pelukku

* Oh kini aku sadari
Ini salahku
Tak ingin ku terlambat dan sesali

Reff: maafkanlah bila ku selalu
Membuatmu marah dan benci padaku
Ku lakukan itu semua
Hanya tuk buatmu bahagia

Mungkin ku cuma tak bisa pahami
Bagaimana cara tunjukkan maksudku
Aku cuma ingin jadi terbaik untukmu

Aku ingin kau tetap di sini bersamaku
Jangan Pergi
Berikan satu kesempatan
Untuk ku membuktikan
Sesungguhnya cintaku